Th10/Ending Marisa bahasa Indonesia

From Touhou Patch Center
Jump to: navigation, search
This page is a translated version of a page Th10/Marisa's Endings and the translation is 96% complete.

Other languages:Bulgarian 99% • ‎German 100% • ‎Deutsch (meta) 98% • ‎Greek 97% • ‎English 100% • ‎4Kids English 26% • ‎English (alternate) 50% • ‎British English 56% • ‎Google Translate English 100% • ‎Troll translations 18% • ‎Spanish 100% • ‎Latin American Spanish 98% • ‎French 98% • ‎Hindi 98% • ‎Indonesian 96% • ‎Italian 100% • ‎Japanese 100% • ‎Korean 100% • ‎Brazilian Portuguese 100% • ‎Russian 100% • ‎Swedish 98% • ‎Thai 98% • ‎Vietnamese 100%

Tinggal di koreksi.

Good Ending No. 04 (Marisa-A)

Gnome-colors-gtk-edit.svg e09.msg.jdiff


#0@0Gunung Youkai.

#0@1Youkai-youkai terkuat, seperti kappa dan tengu, tinggal di situ.

#0@2Youkai dari gunung tidak menyerang manusia,

#0@3tetapi mereka juga tidak ramah kepada penyusup.

#0@4Tetapi, sejak kesuksesannya, Marisa seringkali kembali.

Nitori 

#0@5"Sudah kubilang, manusia tidak boleh pergi lebih jauh lagi."

Marisa 

#0@6"Ah, nggak apa-apa lah.

  

#0@7Kamu ngebolehin aku lewat waktu itu."

Nitori 

#0@8"Ngebolehin?

  

#0@9Bukannya kamu yang menerobos?"

Marisa 

#0@10"Kamu tahu kan aku mau berantem sama dewa?"

Nitori 

#0@11"Kamu butuh alasan semacam itu untuk bisa naik ke gunung ini.

  

#0@12Tapi waktu itu aku membiarkanmu lewat bebas."

Marisa 

#0@13"Nah, kan? Sekarang sama saja, jadi ... "

Nitori 

#0@14"Tapi tidak ada alasan untuk bertarung dengannya sekarang."

Marisa 

#0@15"Tapi aku belum sepenuhnya ngalahin dia, kan?"

Nitori 

#0@16"Kamu tidak perlu bertarung dengan Nyonya Yasaka sekarang.

  

#0@17Kami sudah mencapai kesepakatan dengannya."

Marisa 

#0@18"Ha?"

Nitori 

#0@19"Nyonya Yasaka tidak datang untuk menyakiti kami. Malah kita makin makmur sejak dia ada di sini."

Marisa 

#0@20"Apa? Dia udah berkuasa duluan?"

Nitori 

#0@21"Dulu gunung ini dimiliki seorang dewa oni.

  

#0@22Tetapi mereka menghilang, dan imannya pergi bersama mereka."

Nitori 

#0@23"Dunia jadi jauh kurang menarik.

  

#0@24Itulah mengapa kami menerima dewa baru ini.

  

#0@25Asyik kan kalau bisa berpesta dengan dewa setiap hari?"

Marisa 

#0@26"Pesta ... ? Apa itu arti dari iman?"

Nitori 

#0@27"Kedekatan. Iman memang kedekatan. Ada pesta lagi hari ini!"

#0@28Youkai-youkai gunung mudah berteman dengan dewa baru mereka.

#0@29Marisa merasa tertendang dari lingkungan mereka; ia merasa kesepian.

#0@30Tetapi, di bawah gunung, hubungan antara manusia dan youkai juga, seperti biasa, mengejutkannya, sangat baik.

#0@31Mungkin ini artinya manusia menyimpan iman pada youkai?

#0@32Marisa kembali ke kuil, dan para youkai berpesta.

#0@33

#0@33<c$Ending No.04 — Youkai gunung hanya melakukan yang mereka mau.$>

  

#0@34<c$All clear! Selamat! Seperti yang kuduga!$>

Good Ending No. 05 (Marisa-B)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e10.msg.jdiff


#0@0Hutan Sihir.

#0@1Hutan yang diselimuti dengan kabut, dihindari manusia ataupun youkai.

#0@2Di sinilah tempat Marisa tinggal.

#0@3Untuk apa ia mengumpulkan semua kayu ini ... ?

Marisa 

#0@4"Jadi yang tidak beriman tidak bisa mengerti iman, ya?

  

#0@5Baiklah, ayo kita membangun iman.

  

#0@6Kayaknya aku bisa mencoba membuat kuilku sendiri."

Marisa 

#0@7" ... Hmm, tapi apa ya yang akan kusimpan di dalamnya?

  

#0@8Aku belum pernah melihat di dalamnya Kuil Hakurei .... "

  

#0@9Itu kan memang tempat tinggal dewa ....

  

#0@10Apa aku taruh saja bantal, atau apalah ya.

  

#0@11Kayaknya dewa yang baru aku temui itu bisa tinggal di sini."

Kanako 

#0@12"Maaf?!"

Marisa 

#0@13"Uaah!"

Kanako 

#0@14"Jangan pakai bantal kotor itu di sini!"

Marisa 

#0@15"Kamu muncul dari mana??"

Kanako 

#0@16"Kalau kau memberi namaku pada suatu kuil, maka kuil itu akan menjadi cabang dari kuilku yang bisa kukunjungi kapan saja.

  

#0@17Sepertinya kau ingin membangun kuil untukku, tapi aku tidak tertarik dengan kuil berantakan seperti itu."

Marisa 

#0@18"Hei, itu agak gak sopan."

Kanako 

#0@19"Lagipula, mengapa manusia sepertimu ingin membangun kuil di hutan yang tak pernah dikunjungi manusia?"

Marisa 

#0@20"Pengen aja mencoba hal yang baru.

  

#0@21Masalah buatmu kalau manusia jadi sering ke sini?"

Kanako 

#0@22"Masalah untuk manusianya."

Marisa 

#0@23"Yah, kamu sendiri membangun kuil di puncak gunung.

  

#0@24Manusia macam apa yang mau jauh-jauh naik ke sana?"

Kanako 

#0@25"Itu tidak masalah.

  

#0@26Tujuanku untuk mengumpulkan iman dari youkai,

  

#0@27sedangkan iman manusia kuserahkan saja pada Kuil Hakurei."

#0@28Pada akhirnya, Marisa melepaskan ambisinya untuk membangun kuil.

#0@29Dia tidak begitu tahu cara membuatnya, dan dia tidak ingin berurusan dengan dewa yang tiba-tiba muncul dari situ.

#0@30Marisa akhirnya menanyakan arti iman kepada Kanako.

#0@31—Dan inilah jawaban Kanako:

#0@32"Sama persis dengan arti sihir itu bagimu."

#0@33

#0@33<c$Ending No.05 — Membangun kuil di taman bisa menjadi cerita yang bagus.$>

  

#0@34<c$All clear! Selamat! Seperti yang kuduga!$>

Good Ending No. 06 (Marisa-C)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e11.msg.jdiff


#0@0Kuil Hakurei

#0@1Kuil yang berdiri di perbatasan timur Gensokyo.

#0@2Dedaunan di kuil memerah lebih lamban daripada dedaunan di gunung.

#0@3Marisa mengunjungi kuil, bersama dengan satu pasangan yang aneh.

Marisa 

#0@4"—jadi, yang ini tuh dewa, dan yang di situ orang yang kurang lebih miko."

Kanako 

#0@5"Salam. Saya seorang dewa."

Sanae 

#0@6"Ah, apa kau ingat denganku? Aku yang menyarankan mungkin kau mau mengganti dewamu?"

Reimu 

#0@7"... Jadi? Untuk apa kalian ke sini?"

Marisa 

#0@8"Jadi kita sudah mengobrol-obrol, dan kita sepakat .... "

  

#0@9"Jangan salah sangka ya ...."

  

#0@10"Bagaimana kalau kamu serahkan saja kuilmu ke dewa ini?"

Kanako 

#0@11"Mengapa tidak dicoba dulu?"

Reimu 

#0@12"Mengapa Marisa bisa sampai setuju dengan musuh?"

Kanako 

#0@13"Aku bukan musuhmu.

  

#0@14Aku hanya ingin membantu kuilmu ....

  

#0@15Kita berdua akan mendapat manfaat dari ini. Bagus, bukan?"

Sanae 

#0@16"Tentu saja, kita tidak akan memaksamu. Keputusan ada padamu."

Marisa 

#0@17"Menarik juga, kan?"

Kanako 

#0@18"Tentu saja menarik, karena aku ada di sini."

Sanae 

#0@19"Kuil memang sering berpindah tangan dari dulu."

Reimu 

#0@20"Hah, apa aku saja yang tidak setuju?

  

#0@21Kenapa sampai Marisa ... ?"

Marisa 

#0@22"Ayolah, kalau tempat ini jadi lebih mirip kuil, kita bisa adakan lebih banyak festival."

Kanako 

#0@23"Bahkan tidak apa-apa kalau kau hanya mengundangku ke pesta."

Reimu 

#0@24"Yah, mungkin akan baik-baik saja ....

  

#0@25Sulit sekali mencari pengikut baru sendirian."

#0@26Kanako menjelaskan hubungan antara dewa dan kuil.

#0@27Hasilnya, menurut Marisa penjelasannya masuk akal.

#0@28Kuil adalah rumah seorang dewa, dan suatu kuil akan menjadi semakin menarik tergantung dengan dewa yang tinggal di dalamnya.

#0@29Jadi, menurutnya memberikan kuil ini ke Kanako menguntungkan karena—

#0@30sifat Kanako yang santai sangat cocok dengan Marisa.

#0@31Dan menurutnya ia akan mudah bergaul dengan para youkai di sana.

#0@32

#0@32<c$Ending No.06 — Tapi tolong hentikan penawaran agresifnya.$>

  

#0@33<c$All clear! Selamat! Seperti yang kuduga!$>



Gnome-colors-gtk-edit.svg e03.msg.jdiff


#0@0Pagi berikutnya di Kuil Hakurei.

#0@1Setelah pertarungan sia-sianya dengan sang dewa,

#0@2Marisa turun dengan diam-diam agar para tengu tidak melihatnya.

Reimu 

#0@3"Kamu kelihatan lelah. Apa ada yang terjadi kemarin?"

Marisa 

#0@4"Oh, enggak.

  

#0@5Cuman pergi ke gunung buat nyari mentimum enak .... "

#0@6Marisa menyembunyikan bahwa ia ke gunung untuk bertarung dengan dewa.

#0@7Dan karena kebohongan itu―

#0@8Urusannya jadi susah karena tidak membagi mentimun enaknya.

#0@9<c$Ending No.10 — Berbohong itu tidak baik.$>

#0@10<c$Cobalah mendapat 1cc di tingkat Normal ke atas!$>



Gnome-colors-gtk-edit.svg e04.msg.jdiff


#0@0Pagi berikutnya di Kuil Hakurei.

#0@1Setelah pertarungan sia-sianya dengan sang dewa,

#0@2Marisa turun dari gunung, berpura-berpura tersesat.

Reimu 

#0@3"Kamu kelihatan lelah. Apa ada yang terjadi kemarin?"

Marisa 

#0@4"Oh, enggak.

  

#0@5Aku cuman pergi buat ngegossip sama tengu .... "

#0@6Marisa menyembunyikan bahwa ia ke gunung untuk bertarung dengan dewa.

#0@7Jadi, berita itu masuk ke koran keesokan harinya.

#0@8—Bahwa ia membangga-banggakan diri saat melawan dewa, dan kalah.

#0@9<c$Ending No.11 — Yang menang yang menulis artikel koran.$>

#0@10<c$Cobalah mendapat 1cc di tingkat Normal ke atas!$>



Gnome-colors-gtk-edit.svg e05.msg.jdiff


#0@0Pagi berikutnya di Kuil Hakurei.

#0@1Setelah pertarungan sia-sianya dengan sang dewa,

#0@2Marisa turun sambil berpura-pura mati saat bertemu dengan tengu.

Reimu 

#0@3"Kamu kelihatan lelah. Apa ada yang terjadi kemarin?"

Marisa 

#0@4"Oh, enggak.

  

#0@5Daun-daunnya lagi cantik bener... Malah serius banget ngeliatnya."

#0@6Marisa menyembunyikan bahwa ia ke gunung untuk bertarung dengan dewa.

#0@7Gunung dibercaki warna merah.

#0@8Hari itu, danmaku menari bersama daun yang berguguran.

#0@9<c$Ending No.12 — Saking seriusnya melihat daun?$>

#0@10<c$Cobalah mendapat 1cc di tingkat Normal ke atas!$>