Th10/Ending Reimu bahasa Indonesia

From Touhou Patch Center
Jump to: navigation, search
This page is a translated version of a page Th10/Reimu's Endings and the translation is 97% complete.

Other languages:Bulgarian 99% • ‎German 100% • ‎Greek 54% • ‎English 100% • ‎English (alternate) 46% • ‎British English 58% • ‎Google Translate English 100% • ‎Spanish 100% • ‎Latin American Spanish 97% • ‎French 97% • ‎Hindi 97% • ‎Indonesian 97% • ‎Italian 99% • ‎Japanese 100% • ‎Korean 100% • ‎Polish 38% • ‎Brazilian Portuguese 100% • ‎Russian 100% • ‎Swedish 98% • ‎Thai 97% • ‎Vietnamese 100%

Diterjemahkan dari bahasa Inggris. Tolong test di game, mungkin beberapa teks terlalu panjang. Tinggal di cek di game.

Good Ending No. 01 (Reimu-A)

Gnome-colors-gtk-edit.svg e06.msg.jdiff


#0@0Kuil Hakurei.

#0@1Kuil yang berdiri di perbatasan timur Gensokyo.

#0@2Dedaunan di kuil memerah lebih lamban daripada dedaunan di gunung.

#0@3Ketika daun-daun sudah berubah warna, tinggal satu yang harus dilakukan.

Aya 

#0@4"Terkadang enak juga ya melihat daun-daun di sini."

Reimu 

#0@5"Bukannya kamu ke sini terus?"

Nitori 

#0@6"Kita akhirnya diundang ke pesta manusia!

  

#0@7Harus dinikmati nih, ini jarang terjadi."

Aya 

#0@8"Kalau dipkir lagi, pesta ini buat apa ya?

Reimu 

#0@9"Yah, karena daun-daunnya sedang cantik.

  

#0@10Dan, aku ingin bergaul dengan kalian, youkai,

  

#0@11dan juga dewa gunung yang baru."

Reimu 

#0@12"Mereka bukan dewa yang buruk.

  

#0@13Jadi aku harap kita tidak akan berkelahi."

Sanae 

#0@14"Aku jelas-jelas bukan dewa yang buruk."

Kanako 

#0@15"Aku juga tidak."

Aya 

#0@16"Itu sangat tidak mencurigakan."

Kanako 

#0@17"Aku ingin menghidupkan iman dalam segala hal.

  

#0@18Iman adalah penghormatan terhadap keberadaan,

  

#0@19ketakutan akan pembalasan terhadap kebatilan,

  

#0@20dan kemauan untuk memperkaya hidup, jiwa, dan raga."

Kanako 

#0@21"... Tapi tidak harus seserius itu, kok."

Aya 

#0@22"!?"

Kanako 

#0@23"Tidak ada bedanya antara iman dan kemampuan untuk saling berbagi minuman enak seperti ini.

  

#0@24Lihat? Bahkan kita memberi sesajen sake ke kuil."

Reimu 

#0@25"Dia dewa yang sangat jujur, ya? Kapan-kapan, ajak saja dia untuk minum-minum."

Aya 

#0@26"... Ahaha, kamu ingin seorang tengu mengajak dia minum?

  

#0@27Itu sudah pasti. Tengu bisa meminum lebih banyak daripada dewa ....

  

#0@28Hmm, mungkin kita harus mengajakmu setiap hari."

Kanako 

#0@29"Kuat sekali; ah, tapi begitu juga aku, seperti kerasukan."

Sanae 

#0@30"B-boleh aku coba ... ?"

Aya 

#0@31"Mau coba berapa? Segelas? Mungkin segalon?

Nitori 

#0@32"Aku lebih baik mencari banyak mentimun.

  

#0@33Aku tadi melihat acar. Acar lumayan enak dengan sake."

#0@34Entah mengapa, youkai-youkai gunung kuat meminum banyak alkohol.

#0@35Mungkin sifat-sifat kuat di gunung mengusir youkai-youkai yang lebih lemah, atau mungkin-

#0@36Alkohol adalah pelumas yang membuat peradaban tinggi para tengu dan kappa bisa dihidupi.

#0@37Bagaimanapun juga, marilah meluangkan pikiran untuk si manusia, Sanae, yang harus belajar bergaul dengan mereka.

#0@38

#0@38<c$Ending No.01 — Iman adalah belajar untuk bisa ramah dengan dewa?$>

  

#0@39<c$All clear! Selamat! Seperti yang kuduga!$>

Good Ending No. 02 (Reimu-B)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e07.msg.jdiff


#0@0Kuil Hakurei.

#0@1Kuil yang berdiri di perbatasan timur Gensokyo.

#0@2Dedaunan di kuil memerah lebih lamban daripada dedaunan di gunung.

#0@3Walaupun terlihat sangat cantik, hanya ada sedikit pengunjung manusia.

Sanae 

#0@4"-ya tapi, keadaan seperti ini tidak bisa diapa-apakan kalau kau tidak menerima tawaran Nyonya Yasaka"

Reimu 

#0@5"Aku ingin sih melihat ada banyak pengunjung, tapi ....

  

#0@6Ada banyak youkai di sini, kita bisa apa?"

Sanae 

#0@7"Tapi itu bagian dari kecantikan kuil ini.

  

#0@8Tentu, kuil kami cantik juga .... "

Reimu 

#0@9"Uh, apa aku memang harus mengganti dewa kuil?"

Sanae 

#0@10"Bagaimana caranya mendapat pengunjung lebih? Hmm ... "

Sanae 

#0@11"Sepertinya aku tahu cara yang bagus.

  

#0@12Bagaimana kalau kau menyerah saja mencari pengunjung dan lebih fokus untuk mengumpulkan iman?"

Reimu 

#0@13"Maksudmu?"

Sanae 

#0@14"Kau bisa mendapat banyak iman dari youkai yang ke sini."

Reimu 

#0@15" ... Dari youkai?"

Sanae 

#0@16"Dewa-dewa tidak begitu peduli siapa yang mempercayainya.

  

#0@17Dewa-dewa memberikan bantuannya ke youkai dan juga manusia.

Reimu 

#0@18"Hmmm ... oh!"

Reimu 

#0@19"Ahahaha. Tapi lucu juga kalau melihat youkai berdoa."

Sanae 

#0@20"Sebenarnya, youkai memiliki iman yang lebih mendalam daripada manusia.

  

#0@21Youkai lebih mementingkan simbolisme daripada wujud dari suatu hal."

Reimu 

#0@22"Tapi, bakal lama loh untuk mendapat iman dari youkai yang sering ke sini.

Sanae 

#0@23"Aku akan coba membantu. Aku juga kan seperti seorang miko.

Reimu 

#0@24"Ngomong-ngomong, kenapa kalian pindah ke Gensokyo?"

Sanae 

#0@25"Ah, jadi-"

#0@26Di dunia luar, iman masyarakat kepada dewa melemah karena munculnya sekte buruk dan agama.

#0@27Tetapi, semua dewa beruntung dari semua iman kepada mereka.

#0@28Walaupun iman dan doa ke dewa adalah hal yang berbeda,

#0@29manusia, dalam kebebasan mereka, tidak lagi membutuhkan iman.

#0@30Tapi, ini sebenarnya tidak benar.

#0@31Bahkan sekarang, mereka masih memiliki iman di dalam hati mereka.

#0@32Manusia percaya dengan berita, merk, perusahaan, sahabat ....

#0@33Hanya obyek kepercayaan mereka yang bergeser lebih dekat.

#0@34Kalau kau adalah dewa yang ingin mendapat iman dari manusia,

#0@35kesampingkan egomu dan lebih ramahlah ke manusia.

#0@36

#0@36<c$Ending No.02 — Pemujaan, oleh youkai? Mana mungkin?$>

  

#0@37<c$All clear! Selamat! Seperti yang kuduga!$>

Good Ending No. 03 (Reimu-C)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e08.msg.jdiff


#0@0Kuil Hakurei.

#0@1Kuil yang berdiri di perbatasan timur Gensokyo.

#0@2Dedaunan di kuil memerah lebih lamban daripada dedaunan di gunung.

#0@3Sebuah bangunan yang aneh muncul di tepi kuil.

Marisa 

#0@4"Tuh sarang burung raksasa buat apa?"

Reimu 

#0@5"Itu bukan sarang burung.

  

#0@6Benda itu akan jadi penyelamat kuil ini."

Marisa 

#0@7"... Kotak amat. Buat jadi penyelamat."

Reimu 

#0@8"Kita sudah mulai kehilangan pengikut.

  

#0@9Kalu begini terus, pengaruh kuil ini akan semakin melemah."

Marisa 

#0@10"Jadi kota burung penyelamat itu buat apa?"

Reimu 

#0@11"Setelah sudah lama bingung ngurusin masalah iman,

  

#0@12kupikir aku bisa coba meminjam kekuatan dewa yang baru."

Marisa 

#0@13"Dewa yang baru?"

Reimu 

#0@14"Lihat, kan? Itu kelihatan seperti kuil kecil di dalam kuil."

Marisa 

#0@15"Begitu yah. Jadi kamu bisa bangun kuil sekarang?"

Reimu 

#0@16"Aku sudah bangun, kan?"

Marisa 

#0@17"Bukannya dia yang ngebangunin?"

Reimu 

#0@18"Kuil itu fleksibel. Dewa ini bilang dia bisa

  

#0@19menggunakan kuil apapun, sekecil apapun,

  

#0@20walaupun dia tidak mengambil alih kuil utamaku."

Marisa 

#0@21"Jadi kamu membangun kuil yang super kecil.

  

#0@22Tapi bagaimana ini bisa menambah iman untukmu?"

Reimu 

#0@23"Kita lihat saja. Sebaiknya kita mencoba hal-hal baru, kan?"

Marisa 

#0@24"Kuilnya kecil sekali."

  

#0@25"Aku harap dewanya gak bakal marah ....

  

#0@26Apa kamu sengaja membuatnya sekecil itu?"

Reimu 

#0@27"Maksudmu apa?"

#0@28Dewa tidak banyak dipengaruhi oleh tempat tinggal mereka, tetapi manusia tidak akan percaya jika kuilnya terlalu kere.

#0@29Reimu tahu itu, tetapi dia terlalu terbawa suasana,

#0@30dan tanpa sadar meluapkannya ke Kanako.

#0@31Tetapi kuil ini menjadi lebih populer dari yang didauganya, dan bahkan mendapat beberapa pengunjung dari desa.

#0@32Berkatnya adalah panen yang subur dan keberuntungan dalam pertarungan (danmaku).

#0@33<c$Ending No.03 — Berkat adalah semuanya untuk seorang dewa.$>

  

#0@34<c$All clear! Selamat! Seperti yang kuduga!$>

Bad Ending No. 07 (Reimu-A)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e00.msg.jdiff


#0@0Pagi di Kuil Hakurei.

#0@1Setelah kalah dari sang dewa, Reimu berjalan pulang sendirian,

#0@2tanpa memedulikan para tengu yang menggunjingnya.

Reimu 

#0@3"Agh. Ini payah! Kalau begini caranya, dia akan benar-benar mencuri kuilku.

  

#0@4Aku harus kembali ke sana ... "

#0@5Reimu langsung berbalik tanpa tidur terlebih dahulu.

#0@6Padahal kekurangan tidur adalah musuh bebuyutan danmaku.

#0@7<c$Ending No.07 — Apa tidur kalian sudah cukup?$>

#0@8<c$Cobalah mendapat 1cc di tingkat Normal ke atas!$>

Bad Ending No. 08 (Reimu-B)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e01.msg.jdiff


#0@0Pagi di Kuil Hakurei.

#0@1Setelah kalah dari sang dewa, Reimu berjalan pulang sendirian,

#0@2tanpa memedulikan para tengu yang menertawainya.

Reimu 

#0@3"Agh. Ini payah! Kalau begini caranya, dia akan benar-benar mengambil alih kuilku,

  

#0@4Tidak akan kubiarkan!"

#0@5Reimu berbalik dengan gusar untuk meminta pertandingan ulang.

#0@6Tetapi, tanpa konsentrasi, kau tidak akan bisa menghindari peluru ...

#0@7

#0@7<c$Ending No.08 — Apa kalsium kalian sudah cukup?$>

#0@8<c$Cobalah mendapat 1cc di tingkat Normal ke atas!$>

Bad Ending No. 09 (Reimu-C)



Gnome-colors-gtk-edit.svg e02.msg.jdiff


#0@0Pagi di Kuil Hakurei.

#0@1Setelah kalah dari sang dewa, Reimu berjalan pulang sendirian,

#0@2tanpa memedulikan tengu yang mengejek dan melemparinya dengan batu.

Reimu 

#0@3"Agh. Ini payah! Apa lebih baik kalau dia ambil alih saja kuilku?"

#0@4Reimu memikirkan nasib kuilnya dan berbalik untuk melawan kembali.

#0@5Tetapi, kau tidak akan bisa menghindari peluru jika terbeban dengan kekhawatiran ...

#0@6

#0@6<c$Ending No.09 — Bisakah kau lepaskan kekhawatiranmu?$>

#0@7<c$Cobalah mendapat 1cc di tingkat Normal ke atas!$>