Th13/Ending Reimu bahasa Indonesia

From Touhou Patch Center
Jump to: navigation, search
This page is a translated version of a page Th13/Reimu's Endings and the translation is 100% complete.

Other languages:German 100% • ‎English 100% • ‎4Kids English 52% • ‎British English 65% • ‎Google Translate English 100% • ‎Spanish 100% • ‎French 98% • ‎Hindi 98% • ‎Indonesian 100% • ‎Italian 98% • ‎Japanese 100% • ‎Korean 100% • ‎Polish 86% • ‎Brazilian Portuguese 100% • ‎Russian 100% • ‎Swedish 98% • ‎Thai 98% • ‎Ukrainian 100% • ‎Vietnamese 100%

Terjemahan disini diterjemahkan dari versi bahasa Inggris, Jika ada terjemahan yang janggal atau kurang tepat, silahkan diperbaiki. Tinggal cek gaya bahasa.

Good Ending No. 01

Gnome-colors-gtk-edit.svg e01.msg.jdiff


#0@0Kuil Hakurei.

#0@1Kuil yang berdiri di perbatasan timur Gensokyo.

#0@2Bunga sakura yang masih tersisa pasti akan tersebar angin ramah tak lama lagi.

Marisa 

#0@3"Hmm, itu semua yang terjadi? (Selagi aku tidur.)"

Reimu 

#0@4"Mereka lawan yang cukup kuat, tapi itu benar-benar tidak seberapa.

  

#0@5Mereka juga ketinggalan jaman."

Marisa 

#0@6("Ketinggalan jaman" di Gensokyo, ya?)

  

#0@7"Jadi, apa yang mereka lakukan setelah itu?"

Reimu 

#0@8"Mereka bilang berada di bawah kuil itu tidak layak dan memindahkan pangkalan mereka."

Marisa 

#0@9"Oh, ke mana? Aku juga ingin bertemu dengan mereka."

Reimu 

#0@10"Mereka takkan memberitahuku ke mana mereka pindah.

  

#0@11Tapi kudengar mereka bangun dojo di suatu tempat yang pas buat pertapa."

Marisa 

#0@12"Di suatu tempat yang pas buat pertapa? Di mana tuh, di gunung? (Toh ada pertapa yang hidup di gunung.)"

Reimu 

#0@13"Aku cuma bilang, aku tidak tahu.

  

#0@14Aah, mungkin mereka akan datang mengunjungiku lagi..."

#0@15Beberapa hari kemudian di kuil Hakurei.

#0@16Saat Reimu melakukan kerjaan halaman seperti biasa, Miko muncul di sana.

Miko 

#0@17"TuWa-Tiga!"

Reimu 

#0@18"Ohhh!"

Miko 

#0@19"Ah, terima kasih buat lain hari."

Reimu 

#0@20"Ohhhh?!"

Miko 

#0@21"Ahh, saya minta maaf karena terlambat menyambutmu setelah pindah.

  

#0@22Mohon maafkan perilaku kasar saya dengan pertarungan sebelumnya.

  

#0@23Saya baru saja bangun, dan pertimbangan saya kabur."

Reimu 

#0@24"Oh..."

Miko 

#0@25"Kamu punya— uh, kamu punya potensi yang tak terbatas dalam dirimu.

  

#0@26Sebagai permintaan maaf lain hari, saya berharap bisa mengundangmu ke rumah saya..."

Reimu 

#0@27"Oh?"

Miko 

#0@28"Bagaimana menurutmu?"

Reimu 

#0@29"R-rumahmu? Di mana sih?"

Miko 

#0@30"Tepat di mana saya berdiri. Lihat?"

Reimu 

#0@31"...Emangnya kamu, larva semut?!"

#0@32Tentu saja, Miko bukan larva semut.

#0@33Miko, Futo, dan selebihnya, karena menjumpai hidup di bawah kuil tempat youkai nongkrong tidak layak, membangun dojo di tempat baru dan pindah ke sana.

#0@34Inilah apa yang disebut Tanah Suci, yang bisa diperluas jauh ke setiap sudut atau celah untuk membentuk sebuah dunia baru bagi para pertapa.

#0@35Karena hal ini, kelompok Miko mampu berpindah ke mana saja dalam sekejap.

#0@36Reimu melihat ke dalam dojo tempat dia diundang.

#0@37Dia tak bisa apa-apa selain merasa bila ia pernah lihat bangunan, alat-alat, dan barang-barang kecil yang ada entah di mana sebelumnya. Di bulan-kah, atau langit...?

#0@38<c$Ending No.01 — Bukan hanya serangga yang bisa hidup di celah-celah.$>

#0@39<c$Selamat, clear semua! Seperti yang kuduga!$>

Parallel Ending No. 02



Gnome-colors-gtk-edit.svg e02.msg.jdiff


#0@0Kuil Hakurei.

#0@1Kuil yang berdiri di perbatasan timur Gensokyo.

#0@2Kini, itu bukan lagi satu-satunya kuil di Gensokyo.

Reimu 

#0@3"Aaah, hari ini ngapain ya...

  

#0@4Kenapa tidak kumakan saja sesuatu!? Ya, akan kulakukan!"

  

#0@5*srek srek*

Reimu 

#0@6"Hm, ada suara datang dari dinding?"

Seiga 

#0@7"Hai."

Reimu 

#0@8"!?!?"

Seiga 

#0@9"Tadi itu pertarungan yang hebat."

Reimu 

#0@10"J-jangan melubangi dinding orang!"

Seiga 

#0@11"Jangan khawatir. Hal semacam itu mudah dikembalikan."

Reimu 

#0@12"Lubangnya sudah tidak ada... Tunggu, apa? Apa itu sulap?"

Seiga 

#0@13"Jadi, alasan kenapa saya datang ke sini. Saya, Seiga Kaku, mau mengajarkan Tao."

Reimu 

#0@14"Hah?"

Seiga 

#0@15"Kekuatanmu benar-benar hebat. Tak kukira kau bahkan bisa bertahan terhadap Nona Toyosatomimi."

Reimu 

#0@16"Aku nggak tau apa-apa soal Tao."

Seiga 

#0@17"Ngomong apa sih? Kekuatan yang kamu pakai sendiri itu Taoisme."

Reimu 

#0@18"Hah?"

Seiga 

#0@19"Bola yin-yangmu, jimatmu, kerasukan dunia rohmu dan berbagai hal lainnya memakai kuasa Taoisme, bukan?"

Reimu 

#0@20"Apakah itu benar?"

Seiga 

#0@21"Benar. Meski di Jepang, mungkin akan lebih dikenal sebagai 'onmyoudou'..."

#0@22Bahaya! Reimu dikejar-kejar Seiga.

#0@23Apa yang mungkin pertapa jahat ini rencanakan?!

#0@24Aslinya, dia hanya betul-betul terpukau pada kekuatan Reimu.

#0@25Pertapa jahat ini punya kebiasaan terpikat oleh kekuatan orang kuat.

#0@26Ini juga alasan ia memanfaatkan Miko dan menceritakan Taoisme padanya.

#0@27 

#0@27<c$Ending No.02 — Bagaimanapun teknik Reimu aslinya bukan Shinto.$>

#0@28<c$Ini Ending Paralel! Selamat!$>

Bad Ending No. 09



Gnome-colors-gtk-edit.svg e09.msg.jdiff


#0@0Makam di mana Miko telah tertidur.

#0@1Kemenangannya entah bagaimana berhasil, tapi tidak tanpa luka parah.

Reimu 

#0@2"APA-APAAN mereka?! Mereka kuat! Gensokyo akan dapat masalah serius! Aku harus cepat pulang dan memastikan mereka tidak terlalu jauh..."

#0@3Reimu bergegas kembali ke kuil dan menyusun serangan balasan.

#0@4Dengan rencana ini, ia yakin ia takkan kalah!

#0@5 

#0@5<c$Ending No.09 — Masih kurang berlatih.$>

#0@6<c$Cobalah menangkan permainan tanpa "lanjut"!$>