Th15/Ending Reimu bahasa Indonesia

From Touhou Patch Center
Jump to: navigation, search
This page is a translated version of a page Th15/Reimu's Endings and the translation is 100% complete.


Other languages:German 100% • ‎English 100% • ‎British English 73% • ‎Google Translate English 100% • ‎Troll translations 49% • ‎Spanish 100% • ‎Latin American Spanish 100% • ‎European Spanish (Suzunaan Blog translation) 100% • ‎French 100% • ‎Indonesian 100% • ‎Japanese 100% • ‎Korean 100% • ‎Polish 48% • ‎Portuguese 1% • ‎Brazilian Portuguese 100% • ‎Russian 100% • ‎Swedish 100% • ‎Thai 100% • ‎Ukrainian 100% • ‎Vietnamese 100% • ‎Simplified Chinese 100% • ‎Traditional Chinese 100%

Terjemahan di sini diterjemahkan dari versi bahasa Inggris, Jika ada terjemahan yang janggal atau kurang tepat, silahkan diperbaiki.

Mohon diperiksa.

Gnome-colors-gtk-edit.svg e01.msg.jdiff


Pointdevice/No-Miss Ending No. 01

#0@0Eientei

#0@1Tanah yang terletak di hutan bambu

#0@2Juga dikenal sebagai "Rumah Sakit Gelap". Disini hidup mantan penduduk Ibukota Bulan.

Eirin 

#0@3"Saya tidak berusaha menipumu."

Reimu 

#0@4"Lalu, kenapa aku mesti nyelamatin Kerajaan Gila?"

Eirin 

#0@5"Sebab kalau kau menyelamatkan ibukota, kau menyelamatkan Gensokyo, kan?"

Reimu 

#0@6"Harusnya mereka nyelesein masalahnya sendiri, jujur!"

Eirin 

#0@7"Kali ini, musuh-musuh kita telah membenci penghuni bulan dan mengisi ibukota dengan kehidupan."

Eirin 

#0@8"Artinya, kaulah orang yang bisa mengatasinya."

Reimu 

#0@9"....Tapi tak bisakah beritahu aku?"

Eirin 

#0@10"Maaf, saya kira kalau saya katakan ini semua demi Ibukota Bulan, kau akan menolak."

Reimu 

#0@11"Oh..."

Eirin 

#0@12"Tentu, bahkan jika saya segera mengatakannya, hati baikmu takkan menolak."

#0@13Reimu, merasa tak puas dengan ini, meninggalkan Eientei.

#0@14Dalam perjalanan pulang, ia dihentikan kelinci Bumi.

Tewi 

#0@15".......Hei, Hei, katakan siapa sebenarnya yang nyerang Ibukota Bulan."

Reimu 

#0@16"Terserah, kau sudah tidak asing."

Tewi 

#0@17"Mereka apaan?"

Reimu 

#0@18".......Hm, dia orang kurang ajar bernama Junko."

Tewi 

#0@19"....Begitu. Apa ia dari bulan, atau ia seorang Youkai?"

Reimu 

#0@20"Buat apa nanya-nanya begini?"

Tewi 

#0@21"Cuma referensi. Nah, aku pingin tau kelemahan orang Bulan."

Reimu 

#0@22"Begitukah? Nggak tau kau ngerencanain apaan, tapi..."

Reimu 

#0@23"...Dia bukan penduduk Bulan maupun Youkai.

  

#0@24Sebaliknya, dia roh ysng lebih murni. Singkatnya, roh dewa."

Tewi 

#0@25"Benarkah? Jadi dia semacam itu."

Reimu 

#0@26""Benarkah?" Apa maksudmu?"

Tewi 

#0@27"Itu artinya kami, keluarga Inaba, juga memiliki kesempatan."

Reimu 

#0@28"Kau akan melawan penduduk Bulan? Sebaiknya jangan."

Reimu 

#0@29"Bukannya dah jelas mereka cuma akan membuatmu nari di telapak tangan mereka?"

Tewi 

#0@30"Siapa bilang kami akan melawan mereka?

  

#0@31Kami cuma ingin melakukan urusan. Ama orang-orang ibukota."

#0@32Reimu tak mengerti apa kelinci putih rencsnsksn, tetapi kira-kira dari dalam dia tersenyum.

#0@33Bahkan jika kelinci berusaha dikalahkan penduduk Bulan,

#0@34ato mereka akan ambil alih dengan kata-kata yang nguntungin,

#0@35bagaimanapun, semua urusan ini tampak menarik baginya.

#0@36Namun, dia telah sungguh-sungguh memutuskan

#0@37bahwa dia tak ingin berurusan lebih dengan penduduk Bulan.

#0@38Ending No.01 Penyelamat Ibukota Bulan

#0@39Clear semua! Selamat! Ending clear mode Pointdevice atau tanpa-mati



Gnome-colors-gtk-edit.svg e02.msg.jdiff


Legacy (with Misses) Ending No. 02

#0@0Kuil Hakurei.

#0@1Kuil yang terletak di perbatasan timur.

Sanae 

#0@2"Dengar, kelinci bulan masih terlihat di gunung...."

Reimu 

#0@3"Aku tau.

  

#0@4tetapi sesuatu yang tak terduga telah terjadi."

Sanae 

#0@5"Tak terduga?"

Reimu 

#0@6"Sebenarnya kita tak dimaksudkan untuk bertahan dari Ibukota Bulan.

  

#0@7Musuh yang jauh lebih menakutkan muncul..."

Reimu 

#0@8"Ia menyerang Ibukota Bulan.

  

#0@9Dan aku benar-benar terlibat untuk menyelamatkannya.

  

#0@10Nampaknya, kalo bukan manusia kau tak bisa semacam mendekatinya."

Sanae 

#0@11"Oh, begitu. selain itu juga,

  

#0@12dia memberi kita 'Ramuan Bola Biru laut', kan?

  

#0@13Sekarang aku juga mengerti kenapa."

Sanae 

#0@14"Jadi tunggu, apa itu berarti kelinci bulan akan segera mundur?"

Reimu 

#0@15"Yah, tidak juga.

  

#0@16Aku gak pake ‘Ramuan Bola Biru laut’, dan... tampaknya aku kalah."

Sanae 

#0@17"Eh?

  

#0@18Kamu tidak memakainya?"

Reimu 

#0@19"Yah, kau lihat, siapa yang tau itu terbuat dari apaan."

#0@20Kelinci bulan belum menghentikan kegiatan mereka di Gensokyo.

#0@21Dan youkai tak bisa melihat atau merasakan mereka.

#0@22Tapi mereka tetap hidup damai, bertanya apa serangannya serius.

#0@23Setelah beberapa hari

#0@24Kelinci-kelinci akhirnya sampai di kuil.

Reimu 

#0@25"Mereka ada di kuil ini?"

Ringo 

#0@26"Ho-ho, jadi ini kuil bumi.

  

#0@27Tak dapat dipungkiri ada beberapa pegawai ramah di sini."

Reimu 

#0@28"Apa-apaan pujian aneh itu?"

Ringo 

#0@29"Kuil ini populer di kalangan kami kelinci bulan."

Reimu 

#0@30"Ho-ho, aku heran kenapa?"

Ringo 

#0@31"Aku tadi dengar dari seekor kelinci bulan yang ada di sini,

  

#0@32kuil suci ini konon berdampingan ama youkai. Tempat yang langka."

Ringo 

#0@33"Aku selalu ingin mengunjungi kuil ini untuk bertemu youkai."

Reimu 

#0@34"Bahkan di Bulan.....

  

#0@35Bukankah kau benci ketakmurnian bumi?"

Reimu 

#0@36"Cuma youkai yang jahat."

Ringo 

#0@37"Mereka hanya takut pada penduduk bulan, gadis kuil agung.

  

#0@38Dan kami cuma kelinci bulan biasa pula."

#0@39Segera tiba, seperti biasa, kepribadian youkai dan lainnya, tapi entah kenapa, mereka bisa lihat kelinci bulan dengan mata mereka sendiri.

#0@40Tampaknya ini tak menarik perhatian youkai jahat, yang merupakan tugas probe.

#0@41Artinya, penduduk Bulan takkan memprovokasi youkai dari Gensokyo.

#0@42Menyerang Bumi awalnya ide Sagume, tapi kemungkinan besar ia hanya tak ingin dapat pertempuran serius dengan manusia.

#0@43Ending No.02  Hidup berdampingan dengan Kelinci Bulan

#0@44Kamu telah menyelesaikan permainan! Selamat!

#0@45Clear ending bagian sendiri